Pages

Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Sunday, 16 January 2011

Introduction 2K11

Hallo semuanya! Wah udah lama banget gue gak blogging. Ya kemarin-kemarin gak update soalnya males. Hehehe. Sebelumnya, Happy New Yeaaaaarrr! :D

So, we are in 2011 now. New year, it should be new things, new girlfriend (?), new objectives, new goals, new resolutions. But, I don't make resolutions. I just make objectives and goals. And.. what's the different? Jawaban gue: gak tau juga. Hehehe. Mungkin begini, resolusi itu seperti keinginan/target yang harus tercapai. Harus. Sedangkan gue orangnya ya bisa dibilang mengalir kayak air. Gue tidak sebegitu 'harus'-nya untuk menargetkan sesuatu. Kenapa? Takutnya kalau target itu gak tercapai, pasti yang kena 'batunya' juga gue sendiri. Yakan? *yadoong*. Oh iya, alasan kenapa gue gak bikin resolutions juga karena hmm gue selalu berusaha melalukan yang terbaik di semua setiap usaha gue.

Kalau objectives dan goals gimana? -- objectives dan goals tahun ini: tamat SMA (amiiin), dapet perguruan tinggi negeri (prefer ke UI) (amiiiin), dan bikin 1st gig dibawah naungan Samoedra Management. Ya, mulai tahun 2011 bakal jadi tahun gue untuk memulai usaha di bidang musik. Sebenernya udah dari 2010 kemarin pingin bikin gigs gitu, tapi terkendala dana dan suatu hal lainnya. Rencananya gue akan bikin gigs setelah UN dan sebelum pengumuman nilai UN. Itu rencana 1st gig gue. Terus yang kedua mungkin setelah tes SNMPTN, SIMAK, dll. Ya, gue berharap rencana gue itu dapat berjalan sesuai harapan. Amin!

Terus di 2011 udah ngapain aja? -- so far gue udah berulang tahun ke-17, yang jatuh tanggal 10 Jan kemarin hehehe. Haduh ngapain ya.. belajar mungkin. Berusaha untuk tidak menunda-nunda sesuatu. Kalau dapet pekerjaan harus langsung dikerjakan. Biar gak punya utang. 
Oh iya, I guessing now I'm in a cycle of life. Friends comes and goes. Yang dekat menjauh, dan yang jauh mendekat. Gak tau kenapa, tapi yasudahlah, ini normal. 
Di sisi musik, sedang ada perubahan di diri gue. Akhir 2010 gue ber-blues-ria, dan di awal 2011 ini gue berpindah haluan alternative. Alternative-nya yang semacam Radiohead, The Stills, Warpaint, Foals, dll. Ya bisa dibilang musik gue sekarang absurd banget. Yang akhirnya mempengaruhi kebpribadian gue secara gak langsung, menjadi psychedelic dan absurd. Hehehe.

Hmm apalagi ya yang mau gue tulis? Haduh gak tau lagi deh hehe. Then, see on the next post ;)

Tuesday, 14 December 2010

Jakarta Oh Jakarta

Hari yang cukup panjang dan melelahkan, setelah menemani sang Ibu berbelanja ke Tanah Abang. Phew... Tapi gakpapa, it was fun that I can helped my mom with drove her to Tanah Abang. Kan gue berusaha untuk menjadi anak yang berbakti gitu lho hehehe.

Hoke, back to the topic, "Jakarta Oh Jakarta". Tadi, dari Ps. Rebo gue ke Tanah Abang via Dewi Sartika-MT Haryono-Gatot Subroto-Kuningan-Mega Kuningan-Casablanca-Tn. Abang. Jadi, gue gak lewat Otista maupun Tebet. Hmmm gue cuma bisa geleng-geleng kepala sewaktu melihat jalanan yang gue lewati itu macet nan semerawut. Padahal gue kesana jam 11an loh. Gue kira jalanan sudah agak sepi gimana gitu. Terutama waktu di MT Haryono dan Gatot Subroto. Apalagi ditambah etika pengendarannya yang minus. Sekali lagi, gue cuma bisa geleng-geleng kepala.
 
Gue liat di jalan kebanyak satu mobil berisi satu orang. Paling banyak tiga orang lah, itupun bisa dihitung pakai jari. Ya terus gue mikir lah, gimana Jakarta gak macet kalo satu orang satu mobil di jalan? Hadeh. Mindset yang seperti inilah yang harus diubah. Dan juga salah satu 'kebiasaan' masyarakat sekarang yang 'sedikit-sedikit beli motor' daripada naik transportasi umum. Kok bisa? Karena hanya dibutuhkan DP Rp 0,00 saja agar bisa membawa pulang motor. Inilah suatu 'kemudahan' yang diberikan kepada masyarakat yang pada akhirnya memberi kesengsaraan yang amat sangat. Tapi, terkadang naik transportasi umum pun bukan solusi yang tepat juga. Contoh: busway yang seringkali penuh dan akhirnya berdesak-desakan, dan juga tadi di Tn. Abang gue melihat banyak sekali angkot tidak berpenumpang yang justru itu bikin macet jalanan disana. Bahkan, sang Ibu mengatakan bahwa beliau pernah melihat angkot tak bertuan yang diparkir-tak-bertanggungjawab-di-pinggir-jalan yang bikin jalanan macet parah. Sekali lagi, gue cuma bisa geleng-geleng kepala.
 
Sempat terpikir juga waktu di jalan tentang rencana pemerintah membangun MRT (Mass Rapid Transport) yang nantinya itu terdiri subway, busway, commuter train, dll. Dan juga pemda DKI berencana menambah jaringan jalan di Jakarta. Gue tau info ini berkat National Geographic yang menampilkan Jakarta sebagai salah satu Megacities di dunia. Ada beberapa daerah yang sepertinya akan ditambah ruas jalannya seperti di Casablanca. Tadi gue melihat ada pancang-pancang yang kata sang Ibu akan dibangun menjadi fly over toll tapi gak bayar, dari Kp. Melayu sampai Tn. Abang. Ini merupakan langkah yang gue anggap tepat untuk mengurangi kepadatan jalan di Jakarta.
 
Tapi, itupun belum cukup. Menurut gue, selain menambah ruas jalan dan menerapkan MRT di Jakarta, Pemda juga harus berani membatasi pembelian kendaraan bermotor dan itu harus dibarengi dengan perbaikan fasilitas transportasi umum agar masyarakat pun mau menggunakan Transjakarta, commuter train, dll. Dan juga, Pemda harus menanamkan mindset dari dini kepada masyarakat (mungkin dari SMP/SMA) agar tidak gampang membeli kendaraan bermotor secara kredit. Karena pasti nanti akan merugi apabila tidak bisa mengolah kredit itu sendiri dan juga pastinya akan mengontribusikan macet dan juga polusi, terutama polusi udara. Pernah liat iklan masyarakat yang tentang perbedaan orang yang nabung sama orang hobi ngredit? Orang yang suka nabung untuk beli sesuatu itu akhirnya bisa hidup bahagia karena gak punya beban hutang maupun psikologis yang diakibatkan hutang tersebut. Beda sama orang yang dikit-dikit kredit, yang akhirnya barang-barang yang udah dia beli (secara kredit) itu ditarik lagi karena gak sanggup bayar cicilannya. Hayoloh...
 
Omong-omong soal polusi udara, menurut gue polusi udara Jakarta yang dihasilkan ketika weekdays itu bener-bener kotor. Jujur aja, gue udah gak sanggup buat menghirup udara Jakarta pagi/siang/sore di hari-hari kerja. Gue cuma bisa menghirup sekitar 50% dari kapasitas maksimal paru-paru gue. Dan itupun, yang sebagaimana kita ketahui, di atmosfer ini lebih banyak hidrogen-nya ketimbang oksigennya. Ya, bisa ditebak, udara yang gue exhale sangat lebih banyak ketimbang yang gue inhale. Fuck it, man. Kasihan paru-paru gue. :(
 
Oiya, terkahir, gue suka miris ngeliat lahan kosong di Jakarta. Kenapa miris? Karena mereka akan end up dengan bangunan, bukan tanaman. Ckckck. Dasar manusia Indonesia. Sekedar info, ruang hijau terbuka di Jakarta kurang dari 10%. Padahal senggaknya 30% lahan suatu kota itu ditumbuhin tanaman, biar balance. Ada suatu dearah di dekat Plumpang (Jak-Ut), beberapa minggu yang lalu gue lewat lahannya masih kosong, lalu beberapa hari lalu gue lewat lagi sudah ada petak-petakan buat fondasi bangunan. Hmm ini namanya mempercepat proses penenggelaman Jakarta. Gue inget banget dulu banyak lahan yang kosong yang akhirnya jadi pusat perbelanjaan (yang secara tidak langsung 'menurunkan' tanah Jakarta, ditambah lagi pengambilan air tanah yang tanpa kendali oleh penduduknya) seperti Semanggi (dulu adanya cuma Balai Sarbini, sekarang plus Plaza Semanggi -_-), Cibubur (dulu area yang dipakai Cibubur Junction itu lapangan kosong dan banyak orang-orang belajar nyetir disitu), Cililitan (dulu belum ada PGC, adanya terminal Cililitan), dan lain lain yang gak gue tau. Oke, bagi yang belum tau, dahulu sewaktu gue masih TK dan SD, Jakarta hanya dimonopoli oleh beberapa mall besar seperti PIM, Citraland, Mangga Dua Mall, Blok M Plaza, Plaza Indonesia, dan Plaza Senayan. Dulu belum ada yang namanya MKG, MOI, Citos, Artha Gading, Sency, STC Senayan, WTC Mangga Dua, dll.

Hmm pada akhirnya semuanya berubah karena perkembangan zaman. Tapi, sayangnya perubahan itu kearah yang kurang baik karena long-term-plan pembangunan Jakarta yang sayangnya dibuat dengan tidak baik, yang pada akhirnya 'menyesengrakan' penduduknya sendiri di tahun 2010 ini. Semoga, dengan terobosan pemda sekarang ini, dapat menyejaterahkan kehidupan penduduknya dan membuat Jakarta menjadi kota yang layak dan nyaman untuk ditinggali warga. :)

Friday, 10 December 2010

Ngiler (pt. 2)

Halo, selamat pagi. Pagi yang agak cerah dan agak melelahkan, karena gue baru saja bersih-bersih kamar gue dan merapihkan meja belajar gue. Hmm hari ini gue bolos sekolah karena gue malas masuk dan juga kayaknya udah gak ada hal lagi yang mau gue kerjain di sekolah. So, I decided to stay home today. Dan mungkin gue baru masuk sekolah lagi tanggal 2 Januari 2011 hahaha.

Oke. Dalam edisi 'ngiler' ini, gue lagi ngiler sama sepeda. Wabilahilkhusus sepeda Fixie. Memang tipe sepeda ini yang lagi ngetrend di Jakarta. Disukai banyak orang karena Fixie itu dirakit dari part-part dan merk-merk yang berbeda, bukan lo beli dari pabrik langsung jadi. Suka-suka lo mau Fixie lo warna ungu, merah, hitam, putih, atau mejikuhibiniu kek, itu yang bikin Fixie catchy eye banget. Gak cuman warna sebenarnya, tapi juga part-part yang lain kayak velg dan ban. Suka-suka lo mau velg-nya berwarna putih terus ban-nya warna merah, itu terserah. Hahaha. Nih gambar-gambar Fixie yang gue dapet dari google:




Keren kan? Hehe. Ini yang bikin gue ngiler. Selain karena style-nya yang catchy, lumayan juga buat olahraga, hitung-hitung mau liburan. Daripada tidur mulu, mending sepedahan muter-muter cari keringat, cari udara segar, dan juga biar kurus. Hehehe. Semoga dapat terwujud untuk punya Fixie dekat-dekat ini. ;)

Sunday, 5 December 2010

Holiday Project

Halo semuanya. Ah, minggu pagi (atau siang) yang cerah tetapi berawan. A very perfect sunday I think. Ditambah lagi kegiatan gue sampai detik ini cuma main gitar, bikin lirik, main laptop, dan lain lain. Tidak ada 'hardwork' untuk hari ini! Yeaaah, this such a freedom. Jarang-jarang di hari yang libur ini gue bisa sebebas sekarang. Biasanya gue disuruh ini itu sama nyokap. Phew...

But It's okay. Lately,  I'm working on my music project. Mumpung ujian-ujian sudah selesai dan sebentar lagi libur. So, I have much spare time to spend with. Sudah beberapa hari ini, gue kembali ke aliran musik gue yang lama, akustik folk. Si Strato mau gak mau dikandangin dulu. dan posisinya digantikan si Unkl Espanola. 

Biasanya gue sering menentang orang-orang yang selalu galau setiap saat. Tapi jangan kaget kalau nanti lagu gue 'berperasaan' galau. Hahaha, I'm good make galau songs, and I still don't know why. But it's not all about love. Mungkin karena gue berpendapat kalau bikin lagu itu harus bener-bener. I mean lo harus mencurahkan seluruh jiwa lo di lagu tersebut. Singkatnya, harus bisa menjiwai lagu yang lo bikin sendiri. Buat gue, tanda-tanda gue udah menjiwai lagu tersebut adalah kalau gue bisa merinding pas gue lagi main gitar. Disitulah klimaksnya, bak seseorang yang sedang beroragsme, dia berkata "aaaaaaahhhhhhh", begitu.

As I said, lagu gue akan bernada galau. Dan liriknya pun juga. Mungkin rada-rada curhat juga sih hehehe. Lirik-lirik gue akan banyak diinspirasikan oleh kehidupan sehari-hari yang memang gue rasakan. Dan bakal diungkapkan dengan gaya John Mayer, Kings of Convenience, ataupun Adhitia Sofyan. Hehehe.

Yah, konklusinya, doakan sajalah proyek gue akan berjalan dengan lancar. Doakan saja mungkin 1-2 minggu kedepan, khalayak umum sudah bisa mendengarkan lagu sekedar-kedaran dari gue hehehe. ;)

Saturday, 27 November 2010

Laneway Festival

Phew... Laneway Festival. Festival musik yang diadakan di beberapa kota di Australia plus Singapore dan gue sangat tertarik untuk datang kesini. Bukan biar gue dibilang 'anak gaul' atau sebagainya -_- tapi karena gue penasaran sama festival yang diadain negara lain. Pingin gue bandingin sama festival-festival yang ada di Indonesia kayak Java Rockin'Land dan kroninya dan juga gue pingin nambah ilmu buat bikin semacam festival musik, soalnya gue sekarang bercita-cita jadi seorang promotor. Hehehe.

Festival ini main-nya ada di Australia, diselenggarakan di kota Adelaide, Brisbane, Sydney, Melbourne, Auckland, dan Perth. Plus Singapore. Band-band yang akan tampil mungkin masih rada asing buat telinga musik Indonesia seperti !!! (chk chk chk), Yeasayer, Deerhunter, Beach House, Foals, Ladyhawke, Holy F@#K, The Temper Trap, Warpaint, Bear In Heaven, Blonde Redhead, PVT, Two Door Cinema Club, dan masih banyak lagi. Oiya, festival ini diselenggarain sepanjang bulan Januari.

Hmm beberapa waktu yang lalu gue ngeliat webzine Deathrockstar, dan mereka menawarkan semacam paket nonton Laneway Fest. yang di Singapore. Kisarannya 2jt-3jt lah. Naaaaaah, mungkin ada dari teman sekalian yang ingin mensponsori gue buat nonton ini? Gampanglah nanti feedback-nya, bisa didiskusikan hehehe :D

More info? Here and here

Surprise News

Baru mendengar, eh melihat deng hehe, di timeline twitter gue bahwa salah satu band favorit gue yang berasal dari Inggris, yaitu Bloc Party katanya akan manggung di Jakarta. Berita itu gue dapet kemarin sore dari orang yang gue follow, Adib Hidayat, yang merupakan salah satu orang majalah Rolling Stone Indonesia. 

Wow man! Gue super duper excited! Mengingat juga tanggal mainnya yang akan dirilis adalah 29 Desember. Beh, a perfect timing! Itu pas gue lagi liburan, jadi kemungkinan gue akan nonton Bloc Party sudah 70%. Tapi sayangnya, pihak promotor (Ismaya Live, red) belum sepenuhnya memastikan hal ini. Gue lihat di timeline Ismaya Live kalau mereka belum merilis pengumuman resmi kalau Bloc Party mau kesini. Tapi mereka sudah memberi semacam 'pertanda'. Ini dia foto dari Bloc Party yang kata promotornya ini merupakan foto official yang dikirim dari manajemen mereka...


Bagi yang penasaran dengan Bloc Party, bisa langsung lihat profil MySpace atau Official Website mereka. Hehehe.

Ngiler

Halo semua, sudah beberapa hari ini tak berblogria. Gue tiba-tiba keinget dengan sebuah foto yang gue dapet dari Flickr. Foto Erlend Oye yang lagi main gitar. Bukan dengan Eirik (Kings of Convenience) tapi dengan band sampingannya dia, The Whitest Boy Alive. Ini dia fotonya...

Disini gue bukan pingin ngebahas tentang The Whitest Boy Alive-nya. Tapi okelah gue akan kasih review. Whitest Boy Alive adalah band yang dibuat Erlend, mempunyai empat personel yang beraliran pop techno gitu. Menurut gue ini adalah pelampiasan Erlend yang dulu pernah solo karier dan itu berlarian pop techno juga. Terbentuk tahun 2003 kalo gak salah ini. Apa 2001 ya? Hehehe bisa lah ya cari di google atau wikipedia :P

Oke, yang pingin gue bahas itu gitarnya, man. Gitarnya! Hahaha. Gue ngiler banget-bangetan! Gitarnya Erlend tuh Fender Telecaster. Yang bikin gue ngiler ada warna gitarnya. Telecaster warna emas atau warna kayu terus strap Fendernya dengan bordir warna emas juga. Beeeeh kombinasi yang mantap! Gue juga pingin Telecaster karena buat main lagu yang beraliran techno pop. Enak diliat juga sih hehe.

Btw di rumah udah ada dua gitar, yaitu Espanola (gitar pertama gue nih haha) dan Fender Stratocaster. Rencana gue beberapa tahun ke depan sih gue pingin punya sedikitnya lima gitar. Selain dua yang udah gue sebutkan di atas, gue pingin Fender Telecaster  buat main pop techno/post-rock, Schecter buat main yang keras-keras kayak metal gitu, dan gue juga pingin satu gitar akustik string dan gue lebih memilih Martin&Co. Beeeh mantap banget kalau gue punya semuanya.

Semoga rencana dan impian gue diatas terwujud. Amin!

Monday, 22 November 2010

Down Stroke

Akhir-akhir ini kesehatan sedang menurun. Semangat sekolah-pun juga menurun entah mengapa. Haduh, it's my down stroke now. Padahal sebentar lagi UAS, tapi semua serba menurun. Eh, untung semangat belajar gue masih on-fire hehe. Ya, gue lebih suka belajar di rumah atau di tempat les. Lebih nyaman, enak, tentram, lebih konsen, lebih segala-galanya deh. 

Sekolah? Bah.. adanya gue tidur mulu. Entah kenapa gue jadi ngantukan banget di sekolah, altough I had a proper 8 hrs sleep. Contoh, tadi pas pelajaran seni, pas guru lagi bincang-bincang dengan murid yang di depan, gue dengan innocent-nya tidur. Dapet kali 20 menit, sampai seorang teman gue ngebangunin gue kalo udah mau pulang. Beh, school really gets me bored these days, man. Ditambah lagi akhir-akhir ini banyak hari-hari gak efektif belajar karena libur nasional sampai penyambutan kepala sekolah sepulang dari tanah suci. Halah halah..

Gue lebih mencintai tempat les dan rumah sebagai tempat belajar yang paling efektif. Seperti yang udah gue bilang diatas dan juga gue mendapat teman baru yang unik, keren, dan wow dari sekolah lain. Oiya, dan juga tambatan hati (hehehehe). Gue terlanjur cinta dengan tempatnya, orang-orangnya, kakak-kakaknya, ...semuanya lah. Lot better than school. Rumah, rumahku istanaku. Nothing better and comforter than your own home. Even 5 stars hotel or hotel like Al-Burj in Dubai. Hahaha just trust me, man. In hotel you must pay, just for sleep. Home? Totally free. Karena gue lebih suka belajar menyendiri, rumah adalah tempat yang paling nyaman untuk belajar. Tapi ya diatas jam 9 malem hehehe. Tapi ya begitulah, I love course and home more than school.
Dan juga... Semoga cepat sembuh untuk gue sendiri. Dan juga nilai Try Out gue bagus dan bisa nembus 20 besar lagi (amin!), dan juga semoga jiwa raga gue siap menghadapi UAS yang sebentar lagi, agar mendapat nilai yang maksimal.

AMIN!

Thursday, 18 November 2010

Liberidealis

Halo halo semua. Cuaca di luar agak mendung dan sepertinya akan hujan nanti. Semoga saja hujan, sudah cukup tadi merasakan di-oven sewaktu perjalanan pulang dari sekolah. Been a good week so far sih. Dalam seminggu, hari produktif-nya cuma ada tiga hari, dan gue meliburkan sehari, jadi buat gue cuma dua hari. Hehehe.

Oke cukup berbasa-basi-nya. Ada hal yang ingin gue bicarakan. Ini masalah prinsip gue sebagai human being. Ini cukup serius buat gue. Ada banyak ideologi dan pandangan di dunia ini dan gue rasa kita bisa memilih yang mana yang sesuai. Indonesia sendiri berideologi Pancasila. Ideologi yang ternyata secara tidak langsung sudah ada sejak zaman nenek moyang. Pancasila sendiri disebut orang-orang ideologi yang berbeda sendiri di dunia ini, karena Pancasila satu-satunya ideologi yang mengatur pengikutnya untuk beragama. Unik memang. Ialah Sang Proklamator, Bung Karno, yang pertama kali mengutarakan isi Pancasila ini yang akhirnya di-ubah sedikit oleh Panitia Sembilan di sila pertama, karena Indonesia adalah masyarakat yang majemuk. Karena tidak hanya masyarakat yang bergama Islam saja yang tinggal di Indonesia.

Tetapi gue agak berbeda. Gue tidak sepenuhnya menganut Pancasila. Mungkin ini disebabkan perkembangan zaman. Globalisasi, modernisasi, dan sifat alami masyarakat perkotaan yang invidualis yang membuat gue tidak sepenuhnya berPancasila. Hmm mulai menyinggung ke judul postingan ini, 'Liberidealis'. Ya, gue Liberidealis. Gabungan antara liberal dan ideal. Liberal itu sendiri cenderung ke paham orang-orang barat, yang bebas memilih dalam hal apapun dan tidak terikat oleh aturan namun masih dalam batas yang wajar. Dan ideal, ideal adalah yang kalau gue bilang sih pandangan seseorang yang cenderung semua-muanya harus 'pas' dengan diri seseorang itu. Hampir sama dengan perfeksionis, namun ideal masih memberi peluang untuk melakukan kesalahan.

Balik lagi, akhir-akhir ini, ehm gak akhir-akhir ini juga sih, dari dahulu mungkin yang tepat, gue sering mengkritik seseorang didasari dengan rasa ideal gue. Hmm pernah dua kali gue berdebat dengan beberapa orang yang gue rasa mereka tidak mengerti tentang pesan apa yang gue sampaikan dibalik pernyataan-pernyataan yang gue sendiri merasa itu adalah sebuah sindiran-satir yang hebat. Gue seperti itu karena merasa prihatin dengan kondisi remaja sekarang yang cenderung berpikiran sempit, menanggapi sesuatu yang berlebihan, dan selalu tunduk dengan arus sosial yang ada. Yang gue inginkan dari remaja sekarang adalah remaja yang berpikiran 'breakthrough' dan baru, bukan remaja yang bisanya mengkritik suatu pikiran 'breakthrough' tersebut yang malah membuat mereka stuck, malah bisa mundur. Mereka yang terlalu mengikuti tren-tren yang ada, agar stereotype mereka tetap terjaga di mata orang lain yang mereka-pun adalah orang-orang yang hanya bisa duduk di bangku penonton dan menjadi budak-budak modernisasi dan globalisasi ini. Prihatin.

Sedikit bayangan tentang betapa ideal-nya gue dan juga teman gue, disaat kita sedang ada di suatu event musik yang digelar di Jakarta Selatan. Disana gue dan teman gue banyak membicarakan musik, terutama musik lokal. Gue banyak mengkritik, mengomentari musik-musik yang ada sekarang. Kasarnya, mungkin setiap orang yang mendengar pembicaraan kita bakal berpikir "nih orang apa-apaan sih, sok tau banget" dan sebagainya. Gue rasa itu hal yang wajar, karena dengan kritik-kritik yang keluar dari kita, kita berusaha membuat sebuah tren yang baru di dunia musik, yang benar-benar breakthrough dan yang bakal menjadi kiblat orang-orang di masa mendatang. Dan juga terjadi lagi, gue mengkritik pikiran-pikiran remaja yang sekarang bisanya hanya menye-menye atau galau dan sebagainya setiap waktu. Hasilnya? Bisa ditebak. Bisa dibilang gue mendapat pertentangan yang cukup menantang buat gue sendiri. Gue berpikir kenapa sih orang-orang harus mempunyai pikiran yang sama? Satu galau, semua galau. Man, pikiran kalian sempit sekali kalau hanya cinta saja yang diurusi. Bagaimana Indonesia mau maju di masa depan kalau penerusnya saja kebanyakan seperti ini? Damn, bakal susah banget. Malah bisa saja terjadi kemunduran, terutama di bidang moral dan perilaku.

Memang, gue menyadari kalau mengubah sesuatu yang sudah tertanam kuat dan dianut oleh masyarakat luas itu bakal susah banget dan masyarakat pada umumnya akan mengatakan apa yang gue lakukan adalah hal yang radikal. Gue berharap bahwa ada orang-orang diluar sana yang berani melawan arus tren sosial. Gue juga berharap, mereka, orang yang gue sebut 'common people' itu, tersadarkan dan mulai membuat terobosan-terobosan baru dan tidak terbawa arus-arus yang malah membuat mereka terkesan bodoh.

- Rachmat Reksa Samudra | @reksamudra -

Wednesday, 17 November 2010

Well...

Okay, I want to talk about music concert that to be held in 2011 in Jakarta. Few days ago or maybe a week ago, Adrie Subono announced that Jimmy Eat World will come to Jakarta. For goat's sake that being torched at the moment, I'm fucking excited because Jimmy Eat World is one of my favorite band. But my exciteness turned into a huge disappointments because it's date. It will be held on April 3rd. Daaaaaamn! You know that's Sunday. And the next day is Monday. And Monday the 4th, the national exam will be held! Once again, for goat's sake that being torched at the moment. Damn! I won't come to their concert even I have much money.

And today, this afternoon exactly, Adrie Subono back announced another band that will come to Jakarta on April. Yep, this band pretty legend, Maroon 5. My childhood favorite, and they were everyone's favorite band at that moment. I'm sure that the euphorias will be awesome welcoming them. My friends on my Twitter's timeline were overwhelmed when Subono announced that. But unfortunately the ticket's price quiet expensive for student's wallet. Just for pre-sale start to 500k to 700k and that's more expensive than Placebo's, 395k to 495k. FYI, Placebo is the winner of EMA 2009 for best alternative band and their sounds are great. But, I think it's okay. They are legend, man. The expensive price maybe will be worthed for people statisfication, doesn't it? Hahaha.

And... Once again, I've prepared well the deepest condolences for myself not coming to JET and M5 concert. But, because I must fighting hard for my future, University of Indonesia, and also national exam, I won't regret that. Everythings that smells good, really needs sacrifices good too, doesn't it? :) 

Tuesday, 16 November 2010

Into Love

R: Eh serius lo dia nanyain gue?
A: Iyeee
R: Waaaah *diantara kesenengan dan kegeeran*
A: Disaat-saat yang kayak gini ya, dua kata itu berarti banget
R: Hahaha iya bener banget!
Setuju banget sama perkataan teman gue. Disaat-saat orang lagi mulai jatuh cinta, dua/tiga kata yang keluar dari orang yang kita sukai menjadi sangat bermakna. Seperti gue sekarang ini hehehe. Non sense? Almost.

(Rahasia)

Hehehe rada gak jelas ya sama judulnya? Maaf ya, bingung mau kasih judul apa :P

Begini, akhir-akhir ini banyak teman gue yang bertanya kenapa kok bisa muka gue bersih dari jerawat. Ehmm sebenarnya gak bersih-bersih banget sih. Eh tapi bener deng, muka gue emang bersih, terus terlihat putih bersinar gitu *habis ngaca* *geer parah*, tapi ini serius man. So, apakah ada yang mau tips rahasia turun temurun gue cara biar muka bersih???
Rahasia gue cuma satu, CUCI MUKA! (di-block biar keliatan :P) Gak lebih gak kurang. Ya pasti kalian bertanya-tanya kenapa dengan seperti itu saja muka gue bisa 'kinclong' gitu. Dari dulu, sejak kecil, gue selalu diajarkan untuk membersihkan diri sehabis bepergian, kayak cuci muka, tangan, kaki, dan sebagainya. NAH, itu dia man. Kalau ditanya berapa kali gue cuci muka dalam sehari, gue bakal jawab gak keitung. Itungannya setiap gue nyampe di suatu tempat atau gue baru pulang dari suatu tempat, pasti hal pertama yang gue cari adalah toilet, dan gue akan cuci muka dulu, itu belum termasuk membasuh muka pas wudhu loh ya. Jadi, yang pasti >5x gue cuci muka dalam sehari.

Anyway, dulu pas SMP gue juga pernah jerawatan tapi gak pernah parah, dan dulu juga gue pake produk anti jerawat gitu deh. Hehehe. But still, mencegah BENAR-BENAR LEBIH BAIK daripada mengobati. 

Jadi sekali lagi gue ingatkan masbro mbaksis semuanya yang ingin punya muka yang bersih dan bebas dari jerawat, rahasianya hanya satu, sering-sering cuci muka dengan air bersih ya! Simpel kan? :)

- Rachmat Reksa Samudra | @reksamudra -

Saturday, 13 November 2010

Wah! Station Blogzine

Yes, finally I've made my music blogzine! I called it Wah! Station.

Senang sekali rasanya! Hehehe. Ini adalah langkah pertama gue untuk merambah ke bisnis dunia musik. Bukan bisnis juga sih, tapi lebih ke nyalurin hobi terpendam. Rencana kedepannya, blogzine gue mau gue bikin kayak Deathrockstar. Tapi konsepnya isinya diambil dari majalah Rolling Stone. Gue gak akan totally ngebahas musik dan musik, tapi juga ngereview film dan ngebahas tren musik yang lagi 'in'. Ya terus pokoknya gitu deh hehehe. Semoga blogzine gue bisa berkembang! :D

Friday, 22 October 2010

Fucking End Up

Finally, midtest week is over. BUT, I'm not happy either.
My scores were fucked up. Not just me, my friends too. We all fucked up.


And now, I'm in the real doubtness. Can someone pull me from this?

Wednesday, 13 October 2010

Dream of a Kid

Akhir-akhir ini, gue bikin ummm semacam masterplan buat beberapa tahun ke depan. Menjadi seorang pengusaha. Ya, pengusaha, di bidang musik. Gue menyadari, kalau itu terwujud, maka gue gak akan pernah bekerja selama satu hati pun di dunia, karena musik adalah bagian dari hidup gue.

Ini dimulai dari gue berbincang-bincang tentang gigs (semacam konser, dengan skala kecil) dengan teman gue. Kayaknya asik gitu ya developing a small scale music event. Ngerasain bikin gigs milik sendiri demi kepuasan batin. Ya, gue tau kalau bikin gigs, apalagi pertama kalinya pakai nama baru (dahulu sudah ada nama gigs nya tapi 'dikasih' ke orang lain) pasti sifatnya cuma buat muter uang, malah bisa juga rugi, soalnya masih belum punya nama. Tapi gue yakin, kalau gigs ini udah dijalankan beberapa kali, pasti nanti akan untung, karena udah punya nama.


Terus juga kalau udah kekumpul duit banyak, gue mau bikin semacam studio musik dan juga record label. Hehehe. Mantep gak tuh? Terus usaha gigs tadi mau gue kembangin lagi se-level sama Java Musikindo dan Java Festival Production. Yak, ntar gue saingan sama keluarga Subono dan Gontha. Hahaha. Terus lagi, bikin bookstore, ak.sa.ra. wannabe, dan juga cafe 'n resto. Ihiy... Sungguh gue excited sama masterplan gue hehehe.


Yak, ini dia umm gambar skenario perusahaan gue:




Keren bukan? Semoga bisa terealisasikan dalam waktu dekat, dimulai dari bikin gigs sendiri. Hehehe :D

Tuesday, 12 October 2010

#1 Lesson: Jangan Mencecar!

Sebenernya ini berhubungan dengan PDKT a.k.a. pendekatan.
Hahahahahahahaha gue gak bisa berhenti tertawa haha oke cukup. Maaf kawan semua.

Begini, coba kalian sebagai cowok waktu pdkt pasti terkadang atau juga sering nanya (cecer, red) ke cewek yang lagi lo deketin kan? Yup, pasti pernah! Di setiap sms pasti kalian menyisipkan kalimat pertanyaan, entahlah kalimat apa itu, yang pasti nanya. Alasannya, biar bisa sms-an terus, biar ada bahan pembicaran, bla bla. TAPI, gue baru menyadari (setelah disadarkan oleh teman gue) ternyata itu adalah hal yang gak baik.

Coba lo posisikan diri lo sebagai cewek. Setiap sms-an sama lo, selalu dicecer pertanyaan yang menurutnya gak usah ditanyakan, istilahnya buat ngulur-ngulur aja. Sebenernya itu gak dilarang, tapi ada baiknya jangan sering kayak gitu, karena bisa buat si cewek itu sendiri gak nyaman sama lo, PADAHAL lo berusaha untuk membuat dia senang, gembira, dan nyaman dengan lo. Jadi, berhati-hatilah kalian para kaum Adam (termasuk gue) saat ber-PDKT-ria. Buat si Hawa nyaman dengan kalian! Hehehe ;)

Monday, 20 September 2010

It Isn't Grey

Suatu ketika, gue merasakan perasaan yang amat sangat absrud. Rasanya seperti ini:
Ouh, it's like I'm in the middle of black and white but it isn't grey. I'm like seeing it's border from nowhere, up far away.
Ya, seperti itu rasanya. Aneh? Memang. Sungguh perasaan yang gak bisa dijelaskan pada waktu itu.
Perasaan itu muncul esoknya setelah malamnya gue jalan bersama teman gue. Gue suka sama dia. Gak seperti orang kebanyakan yang kalau jalan bersama orang yang disukainya pasti senang, gue malah sebaliknya. Gak ada kesenangan yang gue dapet. Cuma perasaan aneh yang muncul di benak gue. I feel odd when beside her, there's no fun. Aneh banget, sampai sekarang gue gak ngerti apa artinya itu. Apakah itu cinta? Bisa saja. Tapi, bukan itu. Perasaan itu bener-bener aneh. Pertama kalinya gue ngerasain kayak gitu. Uh, memang hidup ini absurd. Atau mungkin ada yang bisa menjelaskan ke gue apa artinya itu? Galau? Gue rasa bukan.

Cemburu Menguras Bak Mandi

Pernah gak sih merasa cemburu yang amat sangat ke orang lain? That will be a lie if you never feel that. 
Gue baru-baru ini merasakan hal itu. This is the second time for me to feel that fucking feeling. Herannya, gue cemburu sama orang yang belum tentu memerhatikan gue. Geez, mungkin gue terlalu bodoh dan terlalu mahal untuk merasakan cemburu itu sendiri. Tapi, apa daya? Gue sudah menaruh perasaan suka ke seseorang yang gue cemburui itu.

Ini berawal dari gue sampai rumah dari bepergian ngalor ngidul cari makan malam. Sendirian. Uhm padahal gue seneng banget pas habis ngalor ngidul itu, soalnya gue ketemu sama temen SMP yang udah beberapa bulan gue gak ketemu dan itu gue kangen banget sama dia, dan dia sepertinya juga kangen sama gue *ge-er*. Gue dan dia dan nyokapnya bertemu di suatu warung nasgor di bilangan Tebet, kayaknya sih terkenal soalnya banyak yang kesitu hehehe. Disana, gue ngobrol buuaanyaak banget sama teman gue itu dan juga nyokapnya. Setelah selesai makan, gue seneng bangetngetnget nyokapnya nawarin buat ngebayarin makanan gue. Ya awalnya gue gak mau lah, tapi ya itu sepik sih hahahaha yaudah, malam itu gue makan enak dan gratis :D.

Sesampainya gue di rumah, gue nge-tweet tentang kejadian itu dengan semi-noraknya gue. Ya gimana gak semi-norak? Habisnya gue seneng banget malam itu hahaha. Tetapi, beberapa saat kemudian, keadaaan berubah 180 derajat. Gue tidak sengaja melihat timeline (twitter, red) dan........errgh fuck. Rasanya gue pingin bunuh diri detik itu juga. Gue baca timeline dia dan sepertinya sedang di-mabuk kepayang oleh cowok lain. Argh....parah, cemburu gue sampai di titik kulminasi saat itu. Gue kesel, marah, galau, dll pada waktu itu. It really hurts me like shit. Sampai sekarang pun juga. Ah gue gak ngerti nih gak ngerti. Mau ngusir perasaan itu tapi agaknya susah. Hhhh disaat kayak gitulah gue butuh yang namanya teman. Teman yang bener-bener teman. Tapi sayangnya mereka lagi sibuk sendiri. Terpaksa gue membagi perasaantu ke......gue sendiri. Hmmm gue cuma bisa ngelus dada, membisikkan kata sabar ke telinga gue sendiri. What should I do? Gue bukan siapa-siapanya dia. Gue pasrah aja sekarang. Let the time tick against me.

Sabar.

Sunday, 19 September 2010

Malam Minggu Kemalaman

Uhm... It's sunday already. Besok, masuk sekolah. Face the reality if I'm a 12th grader now. Bentar lagi UN, UAS, UP, bla bla.

Tidak seperti kebanyakan teman-teman yang kesel, gak suka kalo besok masuk sekolah, gue adalah salah satu orang yang gak kesel/benci masuk sekolah. Seneng juga enggak. Tapi apa ya...absurd. Gak jelas. It's like "oh yaudah lah... emang udah waktunya masuk". Pasrah? Hmm mungkin. Itu emang udah kehendak waktu sih, gak bisa dilawan. 

Untungnya, semalam gue udah ya hmm sebut saja have fun, melepas stress, sejenak melupakan rumah dan seisinya, melepas kepenatan. Di sabtu sore yang lumayan cerah, gue dan teman gue (sebut saja F) pergi ke Cibubur, buat nonton/temenin band teman kita, TSTL, rekaman. Oh, lot of fun there hehehe. Ketemu mantan juga yang (ehem) jutek nya gak nahan, tapi ya gue bersikap biasa saja. "Mencairkan ke-awkward-an" adalah kata yang tepat. Eits.....gue bukan mau ngebahas pertemuan gue dengan si mantan. Bukan men -__-. 

Yaudah, gue dan F berkelana ke Cibubur dengan modal nekat, gak tau studio yang dipake rekaman dimana. Untung ada paman google dan GPS hapenya si F. Sampailah dengan selamat walaupun sempet kelewatan. Sesampai disana, mereka lagi latihan rekaman. Oke deh gue ngaso dulu kan capek hahaha terus baru deh ngobrol-ngobrol. Ya biasalah, anak muda. Lalu sampai di saat gitar pada nganggur semua. OH YEAH!! Waktunya buat ngebajak!! Oke, yang pertama gue pake adalah Epiphone SG punya vokalisnya, vintage tube overdrive, plus mini-amp punya sang gitaris. Bermainlah gue dengan lick-lick blues seadanya. Setelah itu rehat, liatin drummer nya rekaman. Seru sih, sempet ada yang salah-salah tapi gakpapa, semuanya juga ada yang salah-salah. Oh iya! Lo harus tau, waktu masih latihan, suara vokalisnya tuh becek parah. It's like banci se-RT dibawa ke studio buat nyanyi teriak-teriak dengan nada yang tinggi. Bayangin deh, kayak gitu tuh. Hahaha parah! Yaudah setelah itu, sekitar jam 19.30 gue sama F cari makanan ke resto terdekat. Gila tuh resto rame benerrrr. Mungkin karena bertepatan dengan malam minggu, jadi banyak banget orang pacaran makan disitu. Sembari nunggu makanan dan pas makan, gue dan F ngobrol tentang musik-musik Indonesia. Mulai dari band-band nya sampai festival-festival yang diadain disini. Intinya, di Indonesia, musik indie tuh lebih keren daripada major. Major kalah jauh banget! Kayak jarak dari kutub utara ke kutub selatan. Dan you know what, musisi indie kita itu udah banyak lho yang keluar. Contoh, Mocca. Mereka diundang ke Korea Selatan buat tampil disana. Guess what, mereka kaget pas mereka nyanyi, orang Korea nya udah pada hafal lagu mereka! Woooow! Gila kan? Memang. Ada yang lebih keren lagi, Gugun Blues Shelter. Mereka tur di Inggris! Tur lho! Dan juga, mereka pernah diwawancara di BBC London, tempat dimana musisi kelas dunia pernah diwawancara disana seperti Eric Clapton. Gila kan? Emang!! Hmm terus tentang festival nya, baru-baru ini mau ada JakJam'10, JavaRockin'Land, dan JakBluesFestival. Menurut gue urutan festival dari yang terkeren tuh: JavaRockin'Land, JakBluesFestival, baru deh JakJam'10. Sebenernya, ini terpaksa gue masukin JakJam'10 hahaha habisnya bandnya isinya band kacangan yang gak pernah gue denger, dan yang mengherankannya, ada gitu yang mau nonton. But it's okay. We all have choice, man. Notice that! --- Oke setelah acara makan malam selesai, kita balik lagi ke studio.
Sesampai di studio, yaudah kayak tadi lagi, mondar-mandir ngeliatin pada rekaman, sampai pada bagian yang paling menyenangkan di malam itu, gue minjem Fender Stratocaster USA milik sang gitaris. Ahh sedap! Gue main pake mini-amp, wah, dan vintage tube overdrive. Hasilnya? Ahhhhhhhh kenikmatan dunia! Terus juga, ditawarin sama yang punya studio, stompbox buat reverb gitu. Keren banget! (yaiyalah, 2nd nya aja dijual 1,5jt -___-) Gue nyoba pake mode hall, apa room ya? Lupa. Hasilnya kayak settingan gitarnya John Mayer di konser dia yang John Mayer Trio (Try!, 2005). Haduh dewa banget deh...
Ya, waktu terus berjalan. Seharusnya mereka selesai rekaman jam 11 malem, tapi ternyata belum selesai. Yaudah lanjut terus deh. Dan, akhirnya baru selesai jam 1 pagi. Si vokalis nanya kalo gue boleh pulang malem atau enggak, gue jawab, "Bukan masalah bisa masuk rumah atau enggak, tapi bisa masuk komplek atau enggak" Hahaha emang udah kemaleman. Jam 24 udah ditutup komplek rumah gue. Setelah itu gue pulang, dan berdoa kalo bisa masuk komplek. Dan....akhirnya bisa hehehe. Nyampe rumah jam stg 2 pagi. Fiuh... pulang ter-pagi selama 16 tahun hidup di muka bumi ini. Hahaha biarin lah, yang penting orang tua gue tau. Kalo ortu ngijinin mah gue sekut hehe B)

And...that's it. My absurd story. Uhh...doakan gue masuk Universitas Indonesia ya! Hehehe.
Cheers! 

Oiya, buat yang penasaran sama lagu dan band-nya, nih link-nya MySpace TSTL monggo didengarkan :)